Stroke, Bisa Dideteksi Sejak Dini


          Penyakit yang satu ini makin hari makin meningkat jumlah penderitanya. Selain factor gaya hidup yang tidak sehat bisa disebabkan adanya kelainan bawaan pada pembuluh darah di otak. Dengan perkembangan teknologi, beberapa jenis stroke sebenarnya sudah bisa diketahui sejak dini.

          Stroke sendiri terjadi Karena adanya gangguan aliran darah ke otak secara mendadak. Gangguan tersebut mengakibatkan bagian otak yang seharusnya mendapat suplai darah dan nutrisi menjadi mati. Fase akut stroke berlangsung saat terjadinya serangan dan beberapa waktu sesudahnya. Pengaruh stroke dapat ringan hingga berat, termasuk dapat menyebabkan kelumpuhan dan gangguan fungsi penting seperti bicara, gerakan, dan ingatan tergantung pada lokasi otak yang mengalami stroke.

          Penyebab stroke sendiri secara garis besar bisa dibagi menjadi dua. Pertama, stroke yang diakibatkan karena komplikasi penyakit primer, misalnya darah tinggi, diabetes, hiperkolesterol dan lain sebagainya. Yang kedua, stroke akibat kelainan struktur pada pembuluh darah di otak. Misalnya, aneurysma atau terjadinya penggelembungan karena penipisan dinding pembuluh darah akibat tekanan darah yang kuat atau karena sebab lain atau bisa juga muncul karena adanya AVM, Artery-Venous Malformation.

          Dengan berkembangnya teknologi kedokteran yang pesat, beberapa penyakit stroke bisa dideteksi secara dini, dengan melihat kelainan struktur pada pembuluh darah otak baik berupa penyempitan akibat timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah maupun adanya kelainan seperti aneurysma atau AVM. Beberapa teknologi pencitraan yang dipakai untuk keperluan diagnostic yaitu Magnetic Resonance Angiografi (MRA), angiografi, serta CT Angiografi. MRA menjadi pilihan untuk screening deteksi dini. Dengan dilakukan pencitraan maka akan tampak dengan jelas struktur pembuluh darah yang ada di otak.

          Tapi sayangnya, meski teknologi ini sudah tersedia namun belum dijadikan standar pemeriksaan kesehatan seperti layaknya pada penyakit jantung misalnya. Padahal, kalau ini dilakukan maka akan lebih banyak lagi pencegahan yang bisa dilakukan sebelum seseorang terkena stroke.


GEJALA AWAL

Ada beberapa tanda - tanda stroke yang harus diwaspadai hal tersebut adalah gejala stroke :

1. Kelemahan atau hilangnya sensasi rasa anggota gerak atau wajah (seringkali hanya mengenai satu
   sisi).

2. Kesulitan atau hilangnya kemampuan berbicara atau kemampuan memahami pembicaraan.

3. Hilangnya penglihatan tiba - tiba, terutama satu mata.

4. Nyeri kepala hebat dan tiba - tiba tanpa penyebab yang jelas.

5. Rasa penuh di kepala yang sulit dijelaskan, hilangnya koordinasi dan keseimbangan.


          Bila mendapati seseorang dengan gejala - gejala seperti di atas harus segera dibawa ke RS yang mempunyai fasilitas penanganan stroke beserta ahli yang berpengalaman. Melalui anamnesa (wawancara pasien) pemeriksaan fisik dan pemeriksaan neurologis yang tepat maka akan dapat menentukan kemungkinan lokasi otak yang terkena.

          Pada stroke yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak, dikenal istilah golden periode atau oeriode emas, yang itu terjadi pada rentang waktu kurang dari tida jam pertama. Artinya, jika kurang dari tiga jam pertama penderita mendapat penanganan yang tepat, maka efek dari stroke itu sendiri akan bisa lebih kecil.

          Salah satu teknik penanganan stroke pada rentang golden periode itu, bisa saja dokter memberikan suntikan trombolitik kuntuk membobol pembuluh darah yang buntu tersebut supaya kembali lancar.

          Untuk jenis stroke perdarahan dimana pembuluh darah di dalam otak pecah, maka biasanya tindakan yang bisa dilakukan adalah melakukan bedah otak mikro untuk mengeluarkan darah sekaligus menghentikan sumber perdarahan. (GIH)


*brainspine.co